Sinabung Mengamuk

admin 09/10/2014 0
Sinabung Mengamuk

– Pengungsi yang Baru Dipulangkan Tak Berani Tidur
– 17 Penerbangan Batal Berangkat dari Bandara Kualanamu
Gunung Sinabung benar-benar mengamuk pada Kamis (9/10). Sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.00, Sinabung mengalami erupsi 16 kali. Aktivitas ini melonjak dibanding aktivitas Rabu yang hanya erupsi lima.
Warga yang tinggal di sekitar Sinabung, termasuk pengungsi yang baru saja dipulangkan, dipaksa tidak tidur semalaman. Warga waswas dan tak berani tidur. Mereka berjaga-jaga memantau aktivitas Sinabung.
Debu vulkanik yang dimuntahkan juga mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang. Belasan penerbangan terpaksa dibatalkan (cancel), termasuk penerbangan ke Malaysia.
Perkembangan status Sinabung yang dimuat situs Pemkab Karo, www.karokab.go.id, menunjukkan pukul 00.00 hingga 06.00, Sinabung 5 kali erupsi. Sejak pukul 06.01 hingga pukul 12.00, Sinabung 7 kali erupsi. Sejak pukul 12.01 hingga pukul 18.00, terjadi 4 kali erupsi.
Sedangkan Rabu (8/10), Sinabung juga mengalami erupsi dahsyat pukul 21.15, dengan guguran awan panas sejauh 4.000 meter ke arah Selatan dan tinggi kolom 3.000 meter. Durasinya lumayan lama, 283 detik.
Bagaimana dengan kondisi para pengungsi yang berada dalam radius 5 km, apakah mereka masih dalam kawasan yang cukup aman dari amukan Sinabung? Ikuti berita selanjutnya di edisi cetak Tribun Medan yang terbit BESOK, Jumat (10/10/2014)

Sinabung Mengamuk- Pengungsi yang Baru Dipulangkan Tak Berani Tidur – 17 Penerbangan Batal Berangkat dari Bandara Kualanamu MEDAN, TRIBUN – Gunung Sinabung benar-benar mengamuk pada Kamis (9/10). Sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 18.00, Sinabung mengalami erupsi 16 kali. Aktivitas ini melonjak dibanding aktivitas Rabu yang hanya erupsi lima.Warga yang tinggal di sekitar Sinabung, termasuk pengungsi yang baru saja dipulangkan, dipaksa tidak tidur semalaman. Warga waswas dan tak berani tidur. Mereka berjaga-jaga memantau aktivitas Sinabung. Debu vulkanik yang dimuntahkan juga mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang. Belasan penerbangan terpaksa dibatalkan (cancel), termasuk penerbangan ke Malaysia.Perkembangan status Sinabung yang dimuat situs Pemkab Karo, www.karokab.go.id, menunjukkan pukul 00.00 hingga 06.00, Sinabung 5 kali erupsi. Sejak pukul 06.01 hingga pukul 12.00, Sinabung 7 kali erupsi. Sejak pukul 12.01 hingga pukul 18.00, terjadi 4 kali erupsi. Sedangkan Rabu (8/10), Sinabung juga mengalami erupsi dahsyat pukul 21.15, dengan guguran awan panas sejauh 4.000 meter ke arah Selatan dan tinggi kolom 3.000 meter. Durasinya lumayan lama, 283 detik.Beruntung jangkauan awan panas Sinabung masih di bawah radius 5 km, sehingga pengungsi yang baru dipulangkan masih aman.Muhammad Jaga Sitepu (67), warga Desa Kutagugung, yang berjarak sekitar 5 km dari puncak Sinabung, tidak berani tidur sejak Rabu malam hingga Kamis subuh.Ia menyebut nyaris semua warga Desa Kutagugung, Desa Kutarakyat, Kecamatan Namanteran, begadang dan tidur di luar rumah dengan membuat api unggun. Warga waswas tidur di dalam rumah.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan

+ Share

Leave A Response »

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com